melahirkan didalam air

Teknik Melahirkan di Dalam Air, Amankah?
Aldo Fransiskus Marsetio, dr., BMedSc | 25/01/2012 | 0 Comments

Water birth, atau teknik melahirkan di dalam air, sebetulnya merupakan teknik dimana sang ibu menjalani proses kelahiran di dalam bak mandi yang berisi air hangat. Teknik ini menjadi semakin populer dalam 30 tahun terakhir. Teori di balik melahirkan di dalam air adalah bahwa bayi telah berada didalam kantung ketuban selama 9 bulan. Melahirkan di lingkungan yang sama atau serupa dapat mempernyaman bayi dan mengurangi stres bagi ibu. Walaupun teknik ini dapat mengurangi stres saat kelahiran dan dipercaya juga dapat mengurangi komplikasi, melahirkan di dalam air harus selalu dilakukan dibawah pengawasan petugas kesehatan.

Beberapa keuntungan bagi ibu jika melahirkan di dalam air adalah sebagai berikut:

Lingkungan air dapat membuat nyaman, menenangkan, dan santai.
Nampaknya air dapat meningkatkan energi sang ibu pada saat stadium akhir persalinan.
Air dapat mengurangi atau memperingan tekanan pada area perut.
Daya apung dapat mengurangi berat tubuh sang ibu, sehingga memungkinkan pergerakan dan pengaturan posisi yang lebih bebas dan leluasa.
Daya apung menghemat tenaga ibu karena tidak terbeban oleh gravitasi.
Daya apung itu sendiri juga dapat membuat kontraksi rahim lebih efisien dan sirkulasi darah yang lebih baik, sehingga oksigenasi otot rahim menjadi lebih baik, mengurangi nyeri untuk ibu, dan memberi lebih banyak oksigen untuk bayi.
Berendam di dalam air seringkali dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh rasa cemas.
Berendam di dalam air dapat menstimulasi sensor saraf sentuh dan temperatur, serta meningkatkan ambang batas nyeri (yang disebut juga Gate Theory of Pain), sehingga mengurangi keperluan pembiusan.
Air tampaknya dapat menurunkan produksi hormon stres, sehingga tubuh ibu dapat lebih memproduksi endorfin, yang bersifat anti nyeri.
Air dapat menyebabkan ‘miss V’ menjadi lebih elastis dan rileks, sehingga mengurangi angka kejadian dan keparahan robekan, demikian pula untuk kebutuhan episiotomy (pengguntingan untuk pelebaran jalan lahir) dan jahitan.
Setelah sang ibu dapat rileks secara mental, maka ia dapat mengkonsentrasikan usahanya ke dalam proses persalinan.
Air memberikan rasa privasi, yang mengurangi rasa malu, kecemasan, dan ketakutan.

Di sisi lain, keuntungan bagi bayi adalah lingkungan yang serupa dengan kantung ketuban, dan mengurangi stres bayi dengan memberikan rasa aman.

Pages: 1 2

Tags: featured, hamil, Kehamilan, kelahiran, lahir, melahirkan, water birth, waterbirth

Category: Kesehatan Umum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s